Subnetting itu adalah kegiatan yang dilakukan seorang administrator jaringan dalam membagi rentang IP yang tersedia agar dapat menentukan berapa banyak jaringan yang bisa dibuat dan seberapa banyak IP Address yang bisa digunakan untuk setiap jaringan yang dibangun.
Nah...tentu saja sebelumnya kita sudah mengetahui jenis - jenis jaringan yang digunakan untuk membangun sebuah jaringan. Diantaranya
LAN( Local Area Network) Cakupannya meliputi 1 area kecil seperti kantor, perusahaan, sekolah dan lain - lain.
Berikut contoh jaringan LAN sederhana.
MAN ( Metropolitan Area Network ) Cakupannya meliputi 2 area atau lebih
Berikut contoh jaringan WAN.
Secara garis besar, dapat disimpulkan bahwa WAN adalah sekupulan LAN - LAN yang saling terhubung dengan yang lain.
Sehingga jaringan WAN kini digunakan untuk menghubungkan jaringan lintas benua.
Internet ( Interconnected Network ) merupakan sebuah fasilitas yang digunakan untuk saling menghubungkan baik antara Computer Server dan Computer Client di seluruh dunia.
Mungkin Internet bisa digambarkan seperti ini.
Nah bisa dibayangkan bahwa internet itu adalah kumpulan jaringan - jaringan yang saling terhubung di dunia cyber.
ALAMAT IP/IP ADDRESS
IP address dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
Network Part yang mengindikasikan jaringan dimana mesin (ethernet/PC) terkoneksi
Host Part yang mengindikasikan (ethernet/PC) tertentu yang pada jaringan
IP Address Class (diambil dari Buku Praktical TCP/IP jilid 1)
TCP/IP dibagi menjadi address class untuk memudahkan pembagian network part dan host part. IP Address dibagi menjadi lima class yaitu :
Class IP
Range IP
Net Part
Jml Net
Host Part
Jml Host/net
A
0.0.0.0-127.255.255.255
1+7 bit
27 = 128
24bit
224 = 16777216
B
128.0.0.0-191.255.255.255
2+14
214 = 16384
16 bit
216 = 65536
C
192.0.0.0-223.225.255.255
3+21 bit
221 = 2097152
8 bit
28 = 256
D
224.0.0.0-239.255.255.255
sebagai multicast
D
240.0.0.0-255.255.255.255
IP address cadangan
Dari gambar dan tabel diatas, misal class A untuk network part hanya memiliki 7 bit, dikarenakan bit 0 di depannya digunakan sebagai identitas class, begitu juga untuk class B memiliki 2 bit identitas, class C 3 bit identitas, class D memiliki 4 bit penanda identitas, dan class E memiliki 5 bit identitas.
PEMBAGIAN KELAS IP
1. Kelas A : 0.0.0.0.0 - 127.255.255.255
2. Kelas B : 128.0.0.0 - 191.255.255.255
3. Kelas C : 192.0.0.0 - 223.255.255.255
Netmask ( digunakan untuk menyaring IP jika akan disubnet)
1. Kelas A : 255.0.0.0 (desimal); 11111111.00000000.00000000.00000000 (biner)
menunjukkan network . Host. Host. Host
2. Kelas B : 255.255.0.0 (desimal) atau 11111111.11111111.00000000.00000000 (biner)
menunjukkan : network. Host. Host. Host
3. Kelas C : 255.255.255.0 (desimal) atau 11111111.11111111.11111111.00000000 (biner)
menunjukkan : network. Host . Host . Host
LANGKAH CEPAT SUBNETTING
Diketahui jaringan dengan IP 192.168.3.5 / 27, berapa nomor subnet dan nomor broadcast masing - masing subnet?
JAWAB
Cara 1
/27 = 11111111.1111111.11111111.11100000
bit 1 = jaringan
bit 0 = host
Subnet mask = 1111111.1111111.11111111.11100000
* 3 bit 1 itu memiliki rumusan :Jadi untuk menetukan subnet, kita melihat jumlah bit 1, lalu kita padukan dengan rumusan di atas, jika terdapat 3 bit 1 maka angka rumusan yang digunakan adalah 128+64+32 dilihat dari kiri.128+64+32 = 224
jadi subnet yang kita gunakan untuk IP kelas C(dalam hal ini soal) adalah 255.255.255.224
Jumlah jaringan 23 = 8 jaringan
Jumlah Host 25 = 32 Host
Jumlah IP yang diijinkan = 32 - 2 = 30 IP / Jaringan
Cara kedua
/27 = 11111111.1111111.11111111.11100000
Jumlah jaringan 2
3 = 8 jaringan
Jumlah Host 25 = 32 Host
Jumlah IP yang diijinkan = 32 - 2 = 30 IP / Jaringan
Untuk menentukan subnet mask, jumlah host yaitu 32
dikurangkan dengan IP total Jaringan tersebut : 256 - 32 = 224
*maka subnetmask nya 255.255.255.224
dengan demikian otomatis nomor Subnet untuk jaringan pertama adalah 192.168.3.0
Dari perhitungan tersebut kita dapat membuat tabel subnet :
Nampaknya kini Rubik sedang menjadi primadona di kalangan anak muda. Apalagi di tempat tinggalku, setiap hari pemandangan yang terlihat adalah anak seusia SMP dan SMA selalu memegang rubik sebagai mainan baru mereka. Mungkin memang sedikit rumit, tapi asalkan mau berusaha pasti bisa menyusun rubik yang sudah teracak sekalipun. Nah... berikut beberapa rumus yang bisa dijadikan pedoman jika sedang bermain rubik, Selamat Mencoba!
# Langkah pertama –> bikin cross (terserah mau warna apa, disarankan sih putih)
# Langkah selanjutnya
Buat memudahkan temen-temen dalam menghafal rumusnya, silahkan baca rumus rubik 3X3X3
Dalam membuat jaringan, kita mengetahui adanya topologi - topologi yang dipergunakan dalam membuat jaringan sebuah perusahaan atau tempat terkait yang kita perlukan adanya jaringan. Sebelum memulai membuat jaringan, terlebih dahulu kita harus membedakan klasifikasi dari topologi - topologi yang dapat kita gunakan serta kelemahan dan kelebihannya. Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 5 kategori utama seperti di bawah ini.
Kita akan membahas mengenai 3 Topologi yang paling sering digunakan yaitu Bintang, Cincin, dan BUS.Yang pertama adalah Topologi Bintang. Topologi Bintang (Star) merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
Gambar topologi bintang.
tapi kita juga perlu tahu bagaimana kelemahan dan kelebihan topologi ini. Berikut kelemahan dan kelebihannya.
Kelebihan
Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
Tingkat keamanan termasuk tinggi.
Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
Fleksibel
Penambahan dan pengurangan terminal (workstation).
Kekurangan
Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.
Kontrol terpusat.
HUB menjadi elemen kritis dalam jaringan.
Perlu penanganan khusus
Penanganan
Perlunya disiapkan node tengah cadangan.
Pada topologi ini ada salah satu workstation atau PC yang dapat dijadikan sebagai Server, akan tetapi sifatnya tidak murni sebagai Server tapi hanya menjadi Server bayangan atau yang biasa disebut Virtual Server. PC tersebut dapat juga menjadi Workstation sekaligus Virtual Server. Tetapi perlu adanya Software yang digunakan untuk mengatur jaringan dan bertindak sebagai Server Bayangan.
Topologi Cincin (Token Ring) Topologi yang selanjutnya adalah Topologi Cincin atau Token Ring, merupakan topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.
gambar Topologi Ring.
gambar di atas adalah model topologi ring yang digunakan dalam menginstal jaringan. Selanjutnya topologi ini pun memiliki kelemahan dan kelebihan yaitu.
Kelebihan
Hemat kabel
Dapat melayani lalu lintas data yang padat
Kekurangan
Jika kabel rusak maka semua perangkat yang terpasang pada jaringan tidak berfungsi pada jaringan.
Sulit dalam perawatan dan pengelolaan
Pengembangan jaringan kaku.
Peka terhadap kesalahan seperti topologi BUS
Penanganan
Perawatan baik terhadap periperal ataupun kabel perlu dilakukan secara intensif
Topologi Ring ini merupakan topologi yang memiliki layout jaringan sederhana, secara ekonomisnya topologi ini juga bisa membuat kita menghemat kantong, tetapi perlu kita pertimbangkan baik dari segi manfaat, kelemahan dan kelebihan, keperluan dan keadaan lapangan. Topologi BUS
Topologi BUS merupakan topologi yang cara pembuatan jaringannya seperti barisan. Karena layout jaringannya paling sederhana, maka topologi inilah yang dulu paling banyak digunakan saat jaringan komputer baru berkembang.
gambar topologi BUS.
Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel.
Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi.
Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
Kelebihan
pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
Kekurangan
bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
demikian beberapa topologi yang kita gunakan pada jaringan untuk membangun LAN ataupun WAN, kesalahan mungkin dapat terjadi dalam penulisan. Semoga bisa bermanfaat dan jika terdapat kesalahan mohon kirimkan kritik dan saran anda. Thank You.